Menhut Luncurkan Inokulan Pacu Gaharu pada 2nd Indogreeen Expo 15-18 April 2010
Sebagai salah satu institusi penelitian yang concern dengan pengembangan ilmu pengetahuan kehutanan serta diseminasinya maka Puslitbang Hutan & Konservasi mengikuti Indogreen Forestry Expo yang diadakan oleh Kementerian Kehutanan tanggal 15 -18 April 2010, di Jakarta Convention Centre.
Pameran akbar yang menampilkan produk-produk hasil hutan inimengambil tema “Hutan sebagai penghasil energi dan pangan serta berperan dalam mitigasi iklim". Tujuannya adalah untuk meningkatkan citra positif Kementerian Kehutanan di mata publik serta untuk menunjukkan eksistensi Kementerian Kehutanan.
Indogreen Forestry Expo 2010 dibuka oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, SE, MM pada tanggal 15 April 2010 pukul 09.00 wib dan dihadiri oleh pejabat eselon I dan II lingkup Kementerian Kehutanan, para peserta pameran dan undangan. Dalam kata sambutannya, Menteri Kehutanan menyambut baik kegiatan 2 ndIndogreen ForestryExpo 2010 dan diharapkan kegiatan ini dapat dijadikan agenda rutin tahunan. Menteri Kehutanan juga menekankan agar program one man one tree terus dicanangkan dan ditingkatkan sehingga target dapat terpenuhi. Menteri juga mencanangkan program penanaman 1 milyar pohon pada tahun 2010.
Materi yang dipamerkan oleh Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam pada ekspo ini terdiri dari :Gaharu, Perlebahan dan Penangkaran Rusa. Materri-materi tersebut dilengkapi dengan contoh produk, contoh tanaman, miniatur alat, dan publikasi pendukung.
Secara khusus dilakukan peluncuran inokulan gaharuproduksi Puslitbang Hutan & Konservasi Alam yang ditandai dengan ditandatanganinya dokumen peluncuran olehMenteriKehutanan. Merk yang diberikan terhadap inokulan tersebut yaitu "INOKULAN PACU GAHARU".
“Inokulan Pacu Gaharu” ini merupakan sejenis cairan yang digunakan untuk merangsang produksi dan pertumbuhan penyakit pada pohon penghasil gaharu. Dengan inokulan ini, tumbuhan penghasil gaharu dapat dipanen dalam waktu 5 tahun saja dengan jangka waktu inokulasi 1 – 2 tahun. Produk unggulan ini merupakan hasil penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Dr. Erdy Santoso dkk pada Kelti Mikrobiologi Hutan Puslitbang Hutan & Konservasi Alam.
Inokuan Pacu Gaharu ini amat menarik perhatian pengunjung Indogreen Expo. Tercatat setidaknya dari 1380 pengunjung yang datang ke stand Kementerian Kehutanan 500 diantaranya menyempatkan diri ke Stand Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam untuk bertanya dan mengetahui lebuh jauh tentang Inokulan Pacu Gaharu dan aspek lainnya tentang gaharu.
Pada umumnya pengunjungdapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok , yaitu :
Pengunjung yangingin mengetahui lebih jauh tentang tanaman penghasil gaharu, dimulai dari cara mendapatkan bibit, budidaya, tempat tumbuh dan pemasarannya. selain itu, tukar menukar informasi. Berkenaan dengan perlebahan, pada umumnya pengunjung ingin mengetahui komposisi kandungan madu yang ideal serta jenis madu yang paling baik.
Pengunjung yang ingin mendapatkan teknologi inokulasi, antara lain:beberapa Dinas Kehutanan Kabupaten dan Propinsi (Halmahera Tengah, Pulowali Sulbar, Riau, Kandangan), masyarakatpeminat gaharu,kelompok tani dan pengusaha.
Pengunjung yang sharing informasi mengenai pohon inang gaharu yang telah ditanam di beberapa wilayah dan pengalaman penyuntikan yang gagal di masa lalu
Pengunjung yang ingin mendapatkan produk inokulan yanglangsung digunakan untuk penyuntikan.
Pengunjung dari salah satu anggota komisi IV DPR RI (Bapak Sofyan) yang memberikan apresiasi kepada Badan Litbang Kehutanan mengenai gaharu dan temuan yang sudah dihasilkan. Beliau akan mengundang secara khususBadan Litbang Kehutanan dan Pertanianuntuk membahasmengenai hasil-hasil penelitian yang segera dapat berperan dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Dari pameran juga dapat diketahui bahwa Pusat Litbang Hutan & Konservasi Alamtelahmenjadi leader dalam aspek budidaya gaharu serta upaya mempercepat produksinya.